Selasa, 17 Desember 2013

Chevron dan Lingkungan Indonesia

Melindungi manusia dan lingkungan seiring dengan menjalankan operasi kami dengan andal dan efisien merupakan bagian tak terpisahkan dari The Chevron Way, Kami menempatkan prioritas tertinggi pada kesehatan dan keselamatan para pekerja kami, serta perlindungan terhadap lingkungan dan aset kami.
Pada tahun 2011, kami berhasil menyelesaikan proyek Zero Water Discharge (Zewadi) di lapangan minyak kami di Duri, yang menghapuskan pembuangan air terproduksi ke lingkungan. Selain mematuhi peraturan pemerintah Indonesia, proyek ini juga sejalan dengan standar kinerja lingkungan Chevron.
Di Balikpapan, Kalimantan Timur, Chevron memperolopori Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang membantu menciptakan kondisi hidup yang lebih sehat untuk 450 keluarga. Program ini, yang didasarkan pada model keterlibatan masyarakat, menerapkan konsep "4R": reduce(mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang) dan replant (menanam ulang). Program tersebut kemudian dikembangkan dan mengikutsertakan sejumlah pemangku kepentingan untuk membangun rumah pembuat kompos pada tahun 2006. Sekarang fasilitas tersebut telah mampu memproduksi 2,5 ton pupuk kompos setiap bulannya yang memberikan pendapatan tambahan untuk para perempuan di tujuh kampung. Melihat kesuksesan inisiatif ini, Pemerintah Kota Balikpapan mengadopsi konsep "4R" dan telah mereplikasi program ini di 27 kecamatan lain di Balikpapan.

Mendukung Program Lingkungan di Taman dan Kawasan Konservasi

Kami mendukung Taman Nasional di Indonesia, kawasan konservasi dan program lindungan lingkungan lain di Indonesia. Di Kalimantan Timur, kami telah membantu membentuk Kawasan Konservasi Laut Berau. Untuk membantu mempromosikan ekowisata, kami bekerja sama dengan National Geographic Indonesia untuk membuat peta ekosistem laut Kepulauan Berau. Wilayah ini meliputi Pulau Derawan, lokasi keberadaan penyu hijau yang terancam punah.
Kami juga berperan aktif dalam merehabilitasi Hutan Kota Telaga Sari di Balikpapan dengan mendirikan Pusat Pendidikan Hutan dan ikut ambil bagian dalam penanaman pohon kembali.
Di Jawa Barat, kami bekerja sama dengan lembaga non pemerintah yang peduli dengan lingkungan, keanekaragaman hayati dan konservasi. Dengan Wildlife Trust/Yayasan PEKA (Peduli Konservasi Alam Indonesia), kami berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi dan keanekaragaman hayati, serta menciptakan peluang untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi. .
Kami juga bekerja dengan berbagai lembaga non pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang hidup di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Dengan kamera tersembunyi di hutan, kami memantau keberadaan dan kondisi spesies yang nyaris punah, seperti macan tutul Jawa, owa Jawa dan elang Jawa.
Chevron, bermitra dengan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak dan Jaringan Kemitraan Suaka Elang, mendirikan sebuah suaka baru untuk elang Jawa (Spizaetus bartelsi), yang terdaftar sebagai spesies yang nyaris punah. Pendirian suaka ini ditandai langkah awal pengembangan jaringan profesional multipartai untuk mendukung pendidikan, penelitian dan usaha konservasi untuk elang dan habitat mereka. Program ini juga mencakup peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak dan sekitarnya, yang juga merupakan lokasi dimana operasi geothermal Chevron berada. Di Riau, kami mendukung perlengkapan untuk memonitor migrasi elang di Pulau Rupat.
Di akhir 2011, bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Yayasan Kehati dan lembaga non pemerintah lokal, kami memprakarsai Green Corridor Initiative, sebuah program untuk memulihkan kawasan koridor hutan yang rusak yang menghubungkan hutan konservasi Gunung Salak dan Taman Nasional Gunung Halimun. Program ini akan menanam 250.000 pohon selama lima tahun. Inisiatif ini juga akan memberikan peluang pengembangan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi geothermal Salak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar